Teknologi terkini 2 | Sektor ternakan tidak boleh mengabaikan Teknologi - Teknologi Terbaru 2 | Technology News 2 | News Technology 2

Breaking

About Me

Selasa, 14 Mei 2019

Teknologi terkini 2 | Sektor ternakan tidak boleh mengabaikan Teknologi

Hasil gambar untuk Peternakan Teknologi
Ilustrasi: Foto Okezone

Jakarta, Indonesia - Kementerian Pertanian (Kementan) menyinggung peternakan memegang peranan urgen dalam menaikkan perekonomian Indonesia. Oleh karenanya, butuh upaya pembangunan di sektor peternakan supaya perekonomian Indonesia dapat tumbuh cepat.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita mengatakan, dalam proses pembangunan pemakaian teknologi tidak dapat dikesampingkan. Apalagi di era digital seperti ketika ini yang nyaris semua sektor mengangkat revolusi industri 4.0 (industri digital).

"Satu hal yang tidak boleh dibuang dalam proses pembangunan, yang diklasifikasikan dalam subsektor peternakan adalah pengembangan teknologi," katanya saat mendekati di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (2018/04/07) .

Berdasarkan keterangan dari Ketut, melewati teknologi produktivitas dari peternakan bakal semakin meningkat. Di samping itu, lewat teknologi pun akan mendorong terciptanya inovasi-inovasi yang dapat digunakan guna masa ketika ini maupun masa bakal datang.

"Teknologi berperan penting untuk peningkatan produktivitas barang modal melewati inovasi yang dihasilkan," ucapnya.

Selain itu, melalui teknologi juga, kerja di sektor peternakan akan meningkatkan kapasitas dan kemampuan, sejauh bahwa produktivitas tenaga kerja di sektor pertanian juga dapat ditingkatkan.

Apalagi, menurut data survei angkatan kerja nasional (Sakernas) Badan Pusat Statistik Indonesia (BPS) masing-masing bulan Agustus 2017, ada 3,84 juta tenaga kerja yang bekerja di sektor peternakan. Ini berarti bahwa sektor peternakan menyumbang 3,17% dari tenaga kerja nasional.



Sementara eksklusif di sektor pertanian, penyerapan tenaga kerja di sektor peternakan lebih tinggi dikomparasikan kontribusi terhadap tenaga kerja nasional. Berdasarkan data tersebut, hewan ternak kerja sub-sektor menyerap 11,51% tenaga kerja pertanian.

"Teknologi pun berperan urgen dalam menolong peningkatan output per satu satuan tenaga kerja. Melalui inovasi dan teknologi, produktivitas tenaga kerja diinginkan mengalami peningkatan," jelasnya.

Ketut mempercayai, dengan adanya pemanfaatan teknologi yang maksimal dalam pembangunan di sektor peternakan, maka ekspor Indonesia bakal lari kencang. Sementara andai teknologi diabaikan, maka Indonesia siap-siap akan terbelakang jauh bahkan sekalipun dengan negara tetangga laksana Malaysia sampai Thailand.

"Kita mesti senantiasa tanggap terhadap evolusi cepat yang terjadi di dunia selama kita. Jika anda terlambat mengantisipasi, maka di masa depan kita melulu menjadi pemirsa dan pasar untuk komoditas hasil pengembangan teknologi," tegasnya.

Sebagai informasi, dalam rangka penguatan skala ekonomi dan kelembagaan peternak pemerintah pun mengupayakan serangkaian kebijakan. Seperti menggeser pola pemeliharaan sapi perorangan ke arah kumpulan dengan pola perkandangan koloni sehingga mengisi skala ekonomi.

Lalu yang kedua ialah pengembangan pola integrasi ternak tanaman, contohnya integrasi sapi-sawit. Ketiga ialah pengembangan padang penggembalaan, optimalisasi lahan ex-tambang dan area padang penggembalaan di Indonesia Timur, dan yang terakhir Fasilitasi Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar